Apa Itu Chromebook dan Fungsinya? Skandal Korupsi Nadiem Makarim Mantan Menteri Pendidikan

Nadiem Makarim Kembali Jadi Sorotan Setelah Ditetapkan sebagai Tersangka
Pada awal September 2025, nama Nadiem Makarim kembali menjadi perbincangan publik. Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) ini resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait pengadaan laptop berbasis Chromebook. Kejadian ini menimbulkan kehebohan di kalangan masyarakat, tidak hanya karena melibatkan pejabat publik, tetapi juga karena perangkat teknologi yang digunakan menjadi bahan pembicaraan.
Kasus Pengadaan Chromebook yang Menyita Perhatian
Dalam konferensi pers yang diadakan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna mengumumkan bahwa Nadiem Makarim ditetapkan sebagai tersangka dengan inisial NAM. Program pengadaan laptop Chromebook sebenarnya merupakan bagian dari upaya digitalisasi pendidikan yang dilakukan oleh Kemendikbudristek sejak 2019 hingga 2022. Namun, hasil penyidikan menunjukkan bahwa proyek ini justru menimbulkan kerugian negara hingga Rp1,98 triliun.
Kasus ini memicu banyak pertanyaan dari masyarakat: apa itu Chromebook, dan mengapa perangkat tersebut dipilih untuk program pendidikan nasional?
Apa Itu Chromebook?
Chromebook adalah jenis laptop atau komputer tablet yang menggunakan sistem operasi Chrome OS, bukan Windows atau macOS. Sistem operasi ini dikembangkan oleh Google dan berbasis Linux. Tampilannya sederhana, serta fokus utamanya pada browser Google Chrome.
Berbeda dengan laptop konvensional, Chromebook lebih mengandalkan aplikasi berbasis web dan penyimpanan data di cloud. Artinya, sebagian besar dokumen dan layanan disimpan secara online melalui akun Google. Perangkat ini pertama kali diperkenalkan pada 2011 oleh Acer dan Samsung, lalu berkembang dengan hadirnya Chromebox (versi desktop, 2012) dan Chromebase (all-in-one PC, 2014).
Keunggulan Chromebook
Meski sempat menjadi kontroversi di Indonesia karena kasus korupsi pengadaan, Chromebook memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya diminati di berbagai negara, terutama dalam sektor pendidikan:
- Harga Lebih Terjangkau: Dibandingkan laptop tradisional, Chromebook memiliki spesifikasi hardware sederhana sehingga harganya lebih murah.
- Booting Cepat & Ringan: Chrome OS dikenal ringan, sehingga proses booting bisa berlangsung dalam hitungan detik.
- Keamanan Tingkat Tinggi: Dilengkapi sistem sandboxing, boot terverifikasi, update otomatis, serta enkripsi data.
- Integrasi Cloud: Data secara otomatis tersimpan di layanan Google Drive.
- Kompatibilitas Aplikasi Android & Linux: Sejak 2017, sebagian besar Chromebook dapat menjalankan aplikasi Android, bahkan beberapa tipe mendukung aplikasi Linux.
Chromebook untuk Pendidikan di Indonesia
Dalam konteks pendidikan, Chromebook dirancang untuk memudahkan guru dan siswa. Perangkat ini terhubung dengan Akun belajar.id yang dikeluarkan oleh Kemendikbudristek. Sekolah yang menerima bantuan Chromebook wajib melakukan enrollment melalui Chrome Device Management (CDM). Dengan sistem ini, Chromebook otomatis terkoneksi ke domain belajar.id, sehingga hanya bisa digunakan untuk aktivitas pendidikan seperti:
- Google Classroom
- Google Drive
- Gmail
- Google Calendar
- belajar.kemdikbud.go.id
Pengaturan ini memastikan perangkat digunakan sesuai kebutuhan sekolah dan tidak disalahgunakan.
Chromebook di Dunia
Secara global, Chromebook cukup populer, terutama di sektor pendidikan Amerika Serikat. Data pada Maret 2018 mencatat bahwa Chromebook menguasai 60% pasar komputer di sekolah AS. Namun, perangkat ini juga menuai kritik. Pada 2017, Electronic Frontier Foundation (EFF) menuduh Google mengumpulkan data pribadi siswa melalui Chromebook tanpa izin orang tua, termasuk riwayat pencarian internet mereka.
Kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook oleh Nadiem Makarim memang mencoreng tujuan awal program digitalisasi pendidikan di Indonesia. Namun, jika dilihat dari sisi teknologi, Chromebook tetaplah perangkat yang memiliki banyak manfaat, terutama bagi dunia pendidikan karena harganya terjangkau, ringan, dan terintegrasi dengan layanan Google.
Comments
Post a Comment