Posts

Showing posts with the label Politik dan Hukum

Kenali Chromebook, Laptop yang Jadi Tersangka Korupsi Nadiem Rp 1,98 Triliun

Image
Mantan Menteri Pendidikan Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Laptop Masyarakat Indonesia kembali dihebohkan dengan kabar bahwa mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) era Presiden Joko Widodo, Nadiem Makarim, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook. Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi mengumumkan penetapan Nadiem sebagai tersangka setelah melalui berbagai proses penyelidikan dan pemeriksaan saksi. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, menyampaikan bahwa hasil pendalaman, keterangan saksi-saksi, serta alat bukti yang ada telah memicu penunjukan tersangka baru dengan inisial NAM. Dalam kasus ini, kerugian negara diperkirakan mencapai angka hingga Rp1,98 triliun. Penetapan tersangka dilakukan setelah Kejagung memeriksa sekitar 120 saksi dan empat orang ahli terkait perkara ini. Nadiem disangka melanggar beberapa pasal dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pida...

Awal Pleno INC 5.2, Apa Komitmen Peserta Forum tentang Sampah Plastik?

Image
Peran Indonesia dalam Konferensi Sampah Plastik Global Pada Konferensi ke-5.2 Komite Negosiasi antar-Pemerintah (INC 5.2) yang sedang berlangsung di Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Swiss, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menunjukkan sikap yang konstruktif dan seimbang. Konferensi ini berlangsung hingga 14 Agustus dan menjadi momen penting dalam upaya mengatasi polusi plastik secara global. Kepala sub Direktorat Tata Laksana Produsen Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PLSB3), Ujang Solihin, menyatakan bahwa komitmen dari para peserta memberikan keyakinan bahwa kemajuan nyata akan dicapai dalam memerangi polusi plastik. Ia menekankan bahwa semua delegasi harus menetapkan titik awal yang jelas untuk negosiasi tersebut. Rancangan naskah negosiasi alias Chair Text dinilai telah memberikan dasar yang kuat untuk mencapai kesepakatan akhir. "Kami tetap menjunjung usulan amandemen dari masing-masing negara anggota," ujar ...

Teguh, Presiden Prabowo: Sains dan Teknologi Tak Boleh Dibuat Politik

Image
Presiden Prabowo Subianto Beri Pesan Penting dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2025 Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya menjaga kebersihan diskusi mengenai sains dan teknologi dari campur tangan politik. Pernyataan ini disampaikan oleh Presiden saat membuka acara Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 yang berlangsung di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Institut Teknologi Bandung (ITB), pada hari Kamis, 7 Agustus 2025. Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi harus menjadi domain yang netral dan tidak terpengaruh oleh kepentingan politik. Ia menekankan bahwa hal tersebut bisa mengganggu proses pengembangan dan inovasi yang seharusnya berjalan secara objektif dan berbasis data. "Jangan diplintir, jangan dipolitisasi. Ini kan kita bicara ilmu, sains, dan teknologi," tegas Presiden Prabowo, menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan akadem...

Prabowo: Ilmu dan Teknologi Tak Boleh Dipolitisasi

Image
Presiden Prabowo Subianto Menjaga Netralitas Forum Ilmiah Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan penjelasan terkait keputusannya menyampaikan sambutan secara tertutup dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 yang dihelat di Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia menekankan pentingnya menjaga isu-isu ilmiah dari ranah politisasi. Acara ini berlangsung di Gedung Sabuga ITB, Kota Bandung, pada Kamis, 7 Agustus 2025, dan dihadiri oleh ratusan peserta serta sejumlah menteri dari Kabinet Merah Putih. Sebelum menyampaikan sambutan, Presiden Prabowo meminta awak media untuk meninggalkan ruangan. Tujuannya adalah agar diskusi dapat berlangsung lebih bebas dan tidak terdistorsi. “Biar lebih bebas, jangan dipelintir, jangan dipolitisasi. Ini kan kita bicara ilmu. Kita bicara sains, teknologi,” ujar Presiden Prabowo saat memberikan keterangan kepada media usai menghadiri KSTI 2025. Menurut Prabowo, forum-forum ilmiah seperti KSTI seharusnya menjadi ru...

Prabowo Berkunjung ke Booth KSTI 2025 di ITB

Image
Presiden Prabowo Subianto Hadiri KSTI 2025 di Bandung Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, hadir dalam acara Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025. Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), pada hari Kamis (7/8). Kehadiran Presiden dalam acara ini menunjukkan perhatian serius terhadap pengembangan sains dan teknologi di Tanah Air. Saat tiba di lokasi, Presiden langsung mengunjungi berbagai booth yang telah dipersiapkan. Salah satu booth yang dikunjungi adalah "Produk Riset Unggulan" dari Universitas Padjajaran. Di sana, Presiden melihat beberapa inovasi teknologi seperti VR Dental Hypnosis dan VR untuk Nurse. Produk-produk tersebut menunjukkan potensi besar dalam penerapan teknologi digital dalam sektor kesehatan. Interaksi dengan Pejabat dan Tamu Undangan Setelah mengunjungi booth, Presiden memasuki ruang Hall Sabuga. Dalam pidatonya, ia menyapa beb...