Posts

Showing posts with the label geologi

Ahli BRIN Prediksi Patahnya Sesar Lembang pada 2170 atau 145 Tahun Mendatang

Image
Prediksi Gempa Besar di Sesar Lembang Seorang pakar geologi gempa bumi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Mudrik R. Daryono, mengungkapkan bahwa Sesar Lembang memiliki potensi untuk pecah dalam waktu paling lambat sekitar tahun 2170 atau sekitar 145 tahun lagi. Perkiraan ini didasarkan pada siklus berulang yang terjadi dalam rentang waktu antara 170 hingga 670 tahun. “Berdasarkan siklus ulang gempa besar yang telah diperkirakan, secara teoritis gempa besar berikutnya dapat terjadi paling lambat sekitar tahun 2170. Artinya, secara waktu, perkiraan ini sudah relatif dekat dengan masa sekarang,” ujar Mudrik dalam keterangan resminya. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa Sesar Lembang bergerak dengan kecepatan sekitar 1,9 hingga 3,4 milimeter setiap tahun. Meskipun tampak sangat kecil, pergeseran ini jika terakumulasi selama ratusan tahun, bisa memicu terjadinya gempa bumi. “Hasil penelitian paleoseismologi melalui penggalian parit di kilometer 11,5 menemukan adanya pergeser...

Status Gunung Lokon Dinaikkan Menjadi Siaga

Image
Peningkatan Status Gunung Lokon ke Level III Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menaikkan status Gunung Lokon dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada Rabu, 3 September 2025, mulai pukul 12.00 WITA. Penyesuaian ini dilakukan karena adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang teramati di kawasan tersebut. Gunung Lokon, yang memiliki ketinggian 1.579 meter di atas permukaan laut (mdpl), berlokasi di Tomohon, Sulawesi Utara. Sejak 1 Agustus hingga 1 September 2025, gunung ini tercatat mengeluarkan asap kawah secara berkala. Selama periode tersebut, gempa vulkanik dangkal terekam sebanyak 1 hingga 37 kali per hari. Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menjelaskan bahwa peningkatan status Gunung Lokon didasarkan pada hasil pengamatan, analisis, dan evaluasi data visual serta instrumental. "Pada 3 September 2025, tingkat aktivitas Gunung Lokon dinaikkan dari Level II (Waspada) ke Level III (Siaga) sejak pukul 12:00 WITA," ujarnya dalam pernyat...

Semeru Meletus 36 Kali dalam Seminggu Terakhir

Image
Gunung Semeru Kembali Aktif, Erupsi Terjadi Berkali-kali dalam Sepekan Gunung Semeru yang berada di Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Dalam beberapa waktu terakhir, gunung ini sering mengalami erupsi dengan intensitas yang relatif kecil. Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tinggi kolom abu yang dikeluarkan oleh letusan tidak melebihi satu kilometer. Pada hari Senin, 25 Agustus 2025, Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.617 meter di atas permukaan laut (mdpl) meluncurkan empat kali erupsi. Letusan pertama terjadi pada pukul 06.00 WIB dengan ketinggian kolom abu sekitar 700 meter dari puncak kawah. Peristiwa ini terekam oleh seismograf dengan amplitudo maksimum sebesar 22 milimeter dan durasi sekitar 116 detik. Hanya beberapa jam setelahnya, pada pukul 07.22 WIB, Gunung Semeru kembali meletus. Abunya mencapai ketinggian sekitar 500 meter dari permukaan kawah. Getaran yang dihasilkan oleh erupsi ini juga tercatat oleh se...

Gempa Dangkal di Lokon, Ancaman Erupsi Freatik Mengintai

Image
Peningkatan Aktivitas Vulkanik di Gunung Lokon Badan Geologi mencatat adanya peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Lokon, yang terletak di Tomohon, Sulawesi Selatan. Pada Selasa, 2 September 2025, frekuensi gempa vulkanik dangkal mengalami lonjakan sejak pergantian hari hingga pukul 06.00 WITA pagi hari. Hal ini menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam kondisi geologis gunung berapi tersebut. Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menyampaikan bahwa tercatat sebanyak 35 kejadian gempa vulkanik dangkal di Gunung Lokon. Selain itu, ada 25 gempa hembusan, empat gempa vulkanik, dan lima gempa tektonik. Gunung api setinggi 1.579 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini kerap mengeluarkan asap putih tipis dengan ketinggian rata-rata 10 meter sejak bulan Agustus hingga awal bulan ini. “Kegempaan didominasi oleh gempa vulkanik dangkal, yang tercatat sekitar 1 hingga 37 kejadian per hari,” ujar Wafid dalam pernyataannya pada hari ketika terjadi lonjakan gempa vulkanik dangkal. Lonjaka...

Gempa Mengguncang Karawang, Dirasakan hingga Cikarang Pagi Ini

Image
Gempa Bumi Kembali Mengguncang Wilayah Karawang dan Bekasi Pada Senin pagi, 25 Agustus 2025, gempa bumi kembali dirasakan di wilayah Karawang, Jawa Barat. Gempa ini terjadi pada pukul 03.27 WIB dengan kekuatan Magnitudo 3,2. Pusat sumber gempa berada di darat, sekitar 15 kilometer arah tenggara dari pusat Kabupaten Bekasi. Kedalaman sumber gempa tergolong dangkal, hanya empat kilometer. Menurut informasi yang diberikan oleh Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Hartanto, gempa ini disebabkan oleh aktivitas sesar naik busur belakang Jawa Barat (West Java back arc thrust). Sebelumnya, pada Rabu malam, 20 Agustus 2025, terjadi gempa utama dengan kekuatan Magnitudo 4,7 yang mengguncang wilayah Karawang, Bekasi, dan Bandung Barat. Guncangan dari gempa tersebut mencapai skala intensitas III-IV MMI dan menyebabkan kerusakan di beberapa daerah. Gempa yang terjadi hari ini merupakan bagian dari rangkaian gempa bumi susulan dari peristiwa besar sebelumnya. Sumber gempa utama itu adalah aktivitas ...