Bunga Tabebuya yang Mirip Sakura, Menghiasi Jalanan Surabaya, Ini Ciri dan Manfaatnya

Pemandangan Indah Bunga Tabebuya di Surabaya
Setiap awal bulan September, kota Surabaya menyajikan pemandangan yang menakjubkan dengan mekarnya ribuan bunga tabebuya di sepanjang jalan protokol. Bunga yang memiliki bentuk mirip dengan bunga sakura di Jepang ini tampil dengan berbagai warna, mulai dari kuning, putih, merah muda, ungu hingga merah. Tampilannya yang indah membuat banyak warga dan pengunjung terkesima.
Salah satu lokasi yang sering dikunjungi adalah Jalan Ahmad Yani, yang menjadi perbatasan antara Surabaya dan Sidoarjo. Di sana, deretan pohon tabebuya tumbuh secara serentak, menciptakan suasana yang memikat bagi para pengendara maupun pejalan kaki. Banyak orang mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel mereka untuk dibagikan di media sosial.
Menurut Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Achmad Eka Mardijanto, musim mekar bunga tabebuya biasanya terjadi pada bulan Agustus hingga September. “Bunga ini sangat cantik, seperti bunga sakura di Jepang,” ujar Dewi Rani, salah satu warga Surabaya yang rutin menikmati keindahan bunga tersebut.
Meskipun indah, masa mekar bunga tabebuya tidak berlangsung lama. Biasanya hanya sekitar dua minggu setiap tahunnya. Hal ini membuat banyak orang ingin melihat langsung dan mengabadikan momen tersebut sebelum bunga itu layu.
Jumlah dan Sebaran Bunga Tabebuya di Surabaya
Berdasarkan data dari Pemkot Surabaya, terdapat sekitar 16.300 pohon tabebuya yang ditanam di berbagai titik jalan protokol. Terdapat lima spesies berbeda yang ditanam, yaitu:
- 100 pohon berbunga ungu
- 162 pohon berbunga merah
- 11.400 pohon berbunga putih dan merah muda
- 4.650 pohon berbunga kuning
Selain di Jalan Ahmad Yani, pohon tabebuya juga tersebar di beberapa jalan protokol lainnya di Surabaya. Pemerintah kota berencana memperluas penanaman bunga ini agar lebih banyak warga dapat menikmati keindahannya serta meningkatkan daya tarik wisata kota.
Apa Itu Bunga Tabebuya?
Bunga tabebuya merupakan tanaman hias yang asli dari kawasan Amerika Tengah dan Selatan. Meskipun mirip dengan bunga sakura di Jepang, sebenarnya bunga ini termasuk dalam genus Tabebuia atau Handroanthus. Ciri khas dari bunga ini adalah kelopaknya yang berbentuk terompet dengan ukuran sekitar 3–11 cm. Warna bunganya bervariasi, mulai dari kuning, putih, merah muda, ungu hingga merah.
Masa mekar bunga ini biasanya terjadi pada musim kemarau atau peralihan musim, yaitu sekitar Agustus hingga September di Indonesia.
Manfaat Bunga Tabebuya
Selain estetika, bunga tabebuya memiliki beberapa manfaat yang menjadikannya populer di ruang publik:
- Pohon Peneduh Kota: Bunga tabebuya memiliki tajuk lebar dan daun yang lebat, sehingga mampu memberikan keteduhan di area perkotaan.
- Penghijauan dan Estetika Kota: Saat bermekaran, bunga ini menciptakan pemandangan yang indah, meningkatkan kualitas visual lingkungan dan kenyamanan warga.
- Mengurangi Polusi Udara: Seperti pohon pada umumnya, tabebuya menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen.
- Potensi Wisata dan Ekonomi: Bunga ini sering menarik wisatawan, baik lokal maupun internasional, sehingga mendukung pariwisata perkotaan.
- Manfaat Ekologis: Akar yang kuat membantu mencegah erosi tanah dan cocok untuk wilayah tropis.
- Kesehatan Tradisional (Beberapa Spesies): Di beberapa negara, seperti Amerika Selatan, ekstrak kulit batang dan bunga tabebuya digunakan untuk pengobatan tradisional. Namun, pemanfaatan ini perlu penelitian lebih lanjut.
Comments
Post a Comment