Gempa Dangkal di Lokon, Ancaman Erupsi Freatik Mengintai

Peningkatan Aktivitas Vulkanik di Gunung Lokon
Badan Geologi mencatat adanya peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Lokon, yang terletak di Tomohon, Sulawesi Selatan. Pada Selasa, 2 September 2025, frekuensi gempa vulkanik dangkal mengalami lonjakan sejak pergantian hari hingga pukul 06.00 WITA pagi hari. Hal ini menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam kondisi geologis gunung berapi tersebut.
Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menyampaikan bahwa tercatat sebanyak 35 kejadian gempa vulkanik dangkal di Gunung Lokon. Selain itu, ada 25 gempa hembusan, empat gempa vulkanik, dan lima gempa tektonik. Gunung api setinggi 1.579 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini kerap mengeluarkan asap putih tipis dengan ketinggian rata-rata 10 meter sejak bulan Agustus hingga awal bulan ini.
“Kegempaan didominasi oleh gempa vulkanik dangkal, yang tercatat sekitar 1 hingga 37 kejadian per hari,” ujar Wafid dalam pernyataannya pada hari ketika terjadi lonjakan gempa vulkanik dangkal.
Lonjakan gempa dangkal ini menjadi indikasi adanya peningkatan tekanan di bagian dangkal atau permukaan gunung. Menurut Wafid, gempa dangkal ini terkait dengan pelepasan gas hembusan dari dalam bumi. Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi para ahli geologi karena bisa menjadi tanda-tanda awal dari potensi erupsi.
Gunung Lokon memiliki bentuk kerucut atau disebut juga sebagai stratovolcano. Terakhir kali gunung ini mengalami erupsi pada tahun 2015, saat itu terjadi hembusan abu dan lontaran material pijar yang jatuh ke sekitar kawah. Kini, menurut Wafid, ada risiko erupsi freatik akibat kontak antara uap magma dengan air hidrotermal. “Erupsi freatik dapat terjadi secara tiba-tiba, baik dengan atau tanpa indikasi peningkatan signifikan,” tambahnya.
Saat ini, Badan Geologi masih menetapkan status waspada untuk Gunung Lokon. Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak mendekati atau melakukan aktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Tompaluan, yang merupakan pusat erupsi utama dari Gunung Lokon. Imbauan ini bertujuan untuk memastikan keselamatan masyarakat dan mengurangi risiko bahaya yang mungkin timbul akibat aktivitas vulkanik yang meningkat.
Beberapa langkah pencegahan telah diambil oleh pihak berwenang untuk memantau perkembangan situasi. Dengan pengawasan yang intensif dan pemantauan terus-menerus, diharapkan potensi bahaya dari aktivitas vulkanik dapat diminimalkan. Masyarakat juga diminta tetap waspada dan mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi.
Selain itu, para ilmuwan dan ahli geologi terus melakukan studi dan analisis terhadap data-data yang dikumpulkan. Tujuannya adalah untuk memperoleh gambaran lebih jelas tentang kemungkinan evolusi aktivitas vulkanik di masa depan. Dengan demikian, langkah-langkah mitigasi dan respons darurat dapat dipersiapkan secara lebih efektif.
Peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Lokon menjadi peringatan bagi semua pihak untuk tetap menjaga kewaspadaan. Meskipun saat ini belum terjadi erupsi yang signifikan, kondisi geologis yang dinamis memerlukan perhatian khusus. Dengan kolaborasi antara pemerintah, lembaga penelitian, dan masyarakat, diharapkan dapat mengurangi dampak negatif dari potensi bahaya vulkanik.
Comments
Post a Comment