Kolaborasi Hebat! ADI dan NVIDIA Ciptakan Robot Humanoid Pemikir Real-Time

Perkembangan Teknologi Robotik yang Menjanjikan
Perkembangan teknologi robotik semakin menunjukkan kemajuan pesat, terutama dalam hal kecerdasan fisik dan kemampuan penalaran real-time. Dalam upaya mempercepat inovasi ini, Analog Devices, Inc. (ADI) mengumumkan kolaborasi penting dengan NVIDIA. Kedua perusahaan berkomitmen untuk menggunakan NVIDIA Jetson Thor sebagai komponen utama dalam pengembangan robot humanoid dan robot bergerak otonom (autonomous mobile robots/AMRs).
Kolaborasi ini menggabungkan kekuatan unik dari masing-masing perusahaan. ADI menyumbangkan keahliannya dalam sensor presisi, kontrol gerak, manajemen daya, dan konektivitas deterministik. Sementara itu, NVIDIA memberikan performa komputasi luar biasa melalui platform seperti Jetson Thor, Holoscan Sensor Bridge, dan Isaac Sim. Gabungan teknologi ini membuka jalan bagi robot yang dapat berpikir dan bertindak secara efektif di dunia nyata.
Keunggulan NVIDIA Jetson Thor
NVIDIA Jetson Thor menjadi salah satu inovasi terbaru dalam dunia robotika. Platform ini memiliki performa yang setara dengan server tetapi dengan konsumsi daya yang lebih efisien. Dilengkapi GPU NVIDIA Blackwell dan CPU Arm Neoverse, Jetson Thor mampu mencapai performa AI sebesar 2070 FP4 TFLOPS. Kemampuan ini didukung oleh I/O berkecepatan tinggi, yang memungkinkan pemrosesan data sensorik dari berbagai sumber secara real-time.
Jetson Thor adalah platform pertama yang mampu menjalankan model dasar robotika (robotics foundation models) dalam skala besar. Ini mencakup model visual-bahasa hingga visual-bahasa-aksi. Dengan demikian, robot tidak hanya mampu memahami lingkungan tetapi juga membuat keputusan cerdas dan bertindak dengan presisi fisik yang tinggi.
Peran ADI dalam Pengembangan Robotik
Fokus ADI pada teknologi sensor, persepsi, kontrol, dan konektivitas memastikan bahwa penalaran robot bisa dijalankan dengan akurasi di dunia nyata. Paul Golding, VP Edge AI Analog Devices Inc., menjelaskan bahwa robot kini mampu memahami tugas-tugas kompleks. ADI menyediakan presisi fisik, sedangkan NVIDIA Jetson Thor memberikan kemampuan penalaran.
“Yang mampu merespons kondisi dunia nyata secara real-time. Bersama, kami membawa humanoid dari simulasi ke tahapan yang siap diterapkan secara nyata,” ujar Paul Golding.
Kontrol Presisi pada Setiap Sendi Robot
Setiap sendi pada robot humanoid membutuhkan kontrol yang sangat presisi untuk arus, posisi, dan torsi. Setiap sentuhan memerlukan umpan balik dari sensor taktil dan sensorik. Humanoid modern akan bergantung pada banyak perception nodes, yang semuanya harus berjalan secara deterministik dan responsif. Inilah keunggulan ADI, yang memastikan semua sistem ini berjalan sinkron dan akurat.
Integrasi Model Dasar dalam Pengembangan
Untuk mengatasi kesenjangan antara simulasi dan dunia nyata, ADI mengintegrasikan foundation models ke dalam development stack mereka. Tujuannya adalah agar perangkat keras ADI bisa beroperasi di NVIDIA Isaac Sim sama seperti di dunia nyata.
Dengan cara ini, para pengembang bisa melakukan iterasi dengan cepat di tahap simulasi dan kemudian dengan mulus menerapkannya pada sistem nyata menggunakan perangkat keras ADI dan Jetson Thor. Kolaborasi ini membuka peluang besar dalam pengembangan robot yang lebih canggih dan efisien.
Comments
Post a Comment