Unusa Ajak Akademisi Global Berbagi Ilmu Melalui IConASET

Unusa Gelar Konferensi Internasional untuk Menghadapi Era Masyarakat 5.0
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) kembali menyelenggarakan International Conference on Applied Sciences, Education and Technology (IConASET), sebuah acara yang mengumpulkan para akademisi dari dalam maupun luar negeri. Acara ini rutin diadakan sejak tahun 2019 dengan tema utama "Entering Society 5.0, Adaptation and Enhancement". Tema ini menekankan pentingnya persiapan dunia pendidikan, ilmu pengetahuan, dan teknologi dalam menghadapi era masyarakat 5.0.
Rektor Unusa, Prof Achmad Jazidie, menyampaikan bahwa jumlah peserta IConASET terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini membuktikan bahwa konferensi ini semakin diminati oleh komunitas akademik internasional. Menurutnya, melalui forum ini, Unusa tidak hanya memperkuat jaringan internasional, tetapi juga meningkatkan kontribusi publikasi ilmiah di jurnal-jurnal bergengsi.
Salah satu sesi yang mendapat perhatian adalah presentasi oleh Prof. Shane Snyder dari Georgia Institute of Technology, USA. Dalam sesinya, ia membahas tantangan air dan pengolahan air di negara-negara berkembang, sebuah isu yang sangat relevan karena masih banyak daerah yang mengalami krisis air bersih dan sanitasi.
"Masalah air masih menjadi isu besar di berbagai wilayah dunia, termasuk Asia Tenggara. Air bersih dan sistem sanitasi yang layak merupakan dasar dari kehidupan sehat, namun sering kali diabaikan," ujarnya.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unusa, Achmad Syafiuddin, memberikan tanggapan terkait isu tersebut. Ia menjelaskan dua ide besar yang menjadi inspirasi dalam pengolahan air agar bisa kembali bermanfaat. Pertama, adalah memanfaatkan air bekas yang telah digunakan menjadi air layak pakai. Dengan teknologi tertentu, air tersebut dapat diolah kembali sehingga memenuhi standar penggunaan.
Selanjutnya, ide kedua adalah mengolah air laut melalui proses Filtrasi Alami dengan tanah. Dalam metode ini, air laut dialirkan atau dimasukkan ke dalam tanah untuk mengurangi kadar garamnya. Setelah itu, air tersebut dipompa dan diolah hingga kadar garamnya berkurang, sehingga dapat menjadi sumber air bersih bagi masyarakat.
Meski demikian, Syafiuddin mengakui bahwa kedua metode ini memerlukan sumber daya yang cukup besar, baik dari segi teknologi, biaya, maupun tenaga ahli.
Ketua Pelaksana IConASET 2025, Dr Fifi Khoirul Fitriyah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan antusiasme peserta terlihat dari banyaknya karya ilmiah yang diterima panitia. Ia menjelaskan, hampir ratusan makalah akan dipresentasikan dalam konferensi ini. Para pemateri dan pembicara berasal dari berbagai negara, seperti Malaysia, Filipina, Taiwan, Polandia, dan Amerika Serikat.
Fifi menambahkan, seluruh makalah yang masuk telah melalui proses review dan saat ini sedang diproses di jurnal mitra konferensi. "Semua makalah telah diproses di jurnal-jurnal mitra. Makalah tersebut kini tidak lagi berada di tangan komite serta mencakup berbagai disiplin ilmu, terutama kedokteran, ilmu kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan teknologi," pungkasnya.
Comments
Post a Comment